Senin, 22 Agustus 2011

Mengapa Bread, Love and Dreams Istimewa??




Drama Korea yang sedang tayang di satu Televisi swasta di Indonesia ini ternyata di negeri asalnya, Korea, selalu menduduki petingkat teratas padahal aktor/ aktrisnya bisa dikatakan bukan nama-nama besar di Korea seperti Lee Min Ho, Choi Si-won atau Bae Yong joon. 

Shooting antara bulan Juli sampai dengan September, dan baru tayang di Indonesia mulai  Desember 2010. Drama ini menyimpan banyak sekali pesan moral, meski dalam alur ceritanya tidak jauh-jauh dari ciri khas Korea, yaitu cinta segi empat. Btw satu hal  yang membuat drama Korea selalu lebih menyentuh, yaitu adanya sebuah tema. Dan tema yang diangkat pada drama ini adalah tentang Baker and Bakery...atau tentang pembuat roti dan rotinya....satu hal yang jarang ditemui dalam sinetron2 Indoneasi. :(



Berikut ini pesan moral yang tersirat dalam cerita tersebut
  • Tema yang diambil mengusung kehidupan seorang Baker ( pembuat roti )
  • Cinta antara anak-ibu dan ibu-anak yang ditunjukkan oleh Tak Goo dan ibunya
  • Tentang pengorbanan seorang ibu
  • Perjuangan yang tak kenal menyerah ala Kim Tak-Goo, Goo Ma-Joon dan Shin Yu-Kyung
  • Kehangatan keluarga ala keluarga Paek Bong
  • Bahwa kekayaan tidak menjamin kebahagiaan dalam hidup, bahkan kadang justru membawa petaka
  • Tidak selalu orang jahat selamanya jahat seperti karakter Jo Jin Goo ( yang menculik ibunya Tak Goo )
  • Tentang sportifitas yang ditunjukkan oleh Ma Joon yang akhirnya mengakui kekalahannya pada Tak Goo ( meski tidak diucapkan )

  • Karakter yang kuat dari para pemainnya, tidak perlu menunjukkan ekspresi yang berlebihan untuk menggambarkan karakter tokoh yang diperankan. Namun dalam hal ini penonton langsung tahu bagaimana karakter sang tokoh. Ccontohnya Seo In Suk, ibunya Ma Joon, dia nggak perlu memelotot-kan matanya, atau menggerak2an bibir (khas Indonesia banget tuh) untuk menyampaikan kesan bahwa dia wanita jahat dan ambisius

Seharunya para pesinetron Indonesia banyak belajar dari drama dan film Korea, yang meskipun ceritanya khas, namun ada tema khusus yang ditonjolkan, ada perjuangan dan ada sportifitas...bukannya malah menonjolkan praktek "perdukunan"-nya.... :D

0 komentar:

Posting Komentar