Jumat, 16 September 2011

Pokok Pikiran Tentang Sistem Pembelajaran Di Perguruan Tinggi

Pokok Pikiran Tentang Sistem Pembelajaran Di Perguruan Tinggi

Komponen sistem pembelajaran
Banyak usaha telah dilakukan oleh ilmuwan pembelajaran dalam mengklasifikasi variabel-variabel atau komponen-komponen sistem pembelajaran. Terutama bila dikaitkan dengan kegiatannya dalam pengembangan teori-teori pembelajaran. Simon (1969), umpamanya, telah mengklasifikasi variabel-variabel ini, yang dikatakannya sebagai komponen utama dari ilmu merancang (a design science), menjadi 3, yaitu: (1) alternative goals or requirements, (2) possibilities for action, dan (3) fixed parameters or constraints. Klasifikasi lain dikemukakan oleh Glaser (1965, 1976), yang disebutnya sebagai empat components of a psychology of instruction. Keempat komponen ini adalah:
  1. Analisis isi bidang studi,
  2. Diagnosis kemampuan awal siswa,
  3. Proses pembelajaran,
  4. Pengukuran hasil belajar.
Klasifikasi lain, yang nampaknya lebih terinci dan amat memadai sebagai landasan pengembangan suatu teori dan strategi pembelajaran, dikemukakan oleh Reigeluth, dkk. (1977). Pada mulanya, mereka memperkenalkan empat variabel yang menjadi titik perhatian ilmuwan pembelajaran, yaitu: (1) kondisi pembelajaran, (2) bidang studi, (3) strategi pembelajaran, dan (4) hasil pembelajaran. Variabel-variabel yang dikelompokkan ke dalam kondisi pembelajaran adalah karakteristik mahasiswa, karakteristik lingkungan pembelajaran, dan tujuan institusional. Variabel bidang studi mencakup karakteristik isi/tugas. Variabel strategi pembelajaran mencakup strategi penyajian isi bidang studi, penstrukturan isi bidang studi, dan pengelolaan pembelajaran. Variabel hasil pembelajaran mencakup semua efek yang dihasilkan dari pembelajaran, apakah itu pada diri mahasiswa, lembaga, termasuk juga pada masyarakat.
Pada akhirnya klasifikasi variabel-variabel pembela-jaran ini dimodifikasi menjadi 3, yaitu:
  1. Kondisi Pembelajaran,
  2. Metode Pembelajaran,
  3. Hasil Pembelajaran.
  • Kondisi pembelajaran: Faktor yang   mempengaruhi efek metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran.
  • Metode Pembelajaran: Cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda.
  • Hasil Pembelajaran:  Semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda.
Kondisi pembelajaran didefinisikan sebagai faktor yang mempengaruhi efek metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Ia berinteraksi dengan metode pembelajaran, dan hakekatnya tidak dapat dimanipulasi. Berbeda halnya dengan variabel metode pembelajaran. Metode Pembelajaran didefinisikan sebagai cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Pada dasarnya, semua cara ini dapat dimanipulasi oleh perancang pembelajaran. Bila dalam suatu situasi, metode  pembelajaran tidak dapat dimanipulasi, maka ia berubah menjadi kondisi pembelajaran. Sebaliknya, bila suatu kondisi pembelajaran, dalam suatu situasi dapat dimanipulasi, maka ia berubah menjadi metode pembelajaran. Dengan demikian, klasifikasi variabel kondisi dan metode tidaklah fixed --ia dapat berubah tergantung pada situasi. Sebagai contoh: di sekolah A, guru memiliki peluang untuk menggunakan berbagai macam metode pembelajaran, sedangkan di sekolah B, hanya satu metode yang mungkin digunakan. Dalam contoh ini, variabel yang termasuk metode di sekolah A, merupakan kondisi di sekolah B.
Klasifikasi yang ketiga, hasil pembelajaran, mencakup semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Hasil pembelajaran bisa berupa hasil nyata (actual outcomes), dan hasil yang diinginkan (desired outcomes). Actual outcomes adalah hasil yang nyata dicapai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi tertentu, sedangkan desired outcomes adalah tujuan yang ingin dicapai, yang sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran dalam melakukan pilihan metode yang sebaiknya digunakan.
Klasifikasi variabel-variabel pembelajaran yang terakhir ini dapat dipadankan dengan dua klasifikasi sebelumnya --klasifikasi Simon dan Glaser, seperti nampak dalam diagram 1.1. Kondisi pembelajaran dari Reigeluth sepadan dengan fixed parameters or constraints dari Simon, atau dengan komponen analisis bidang studi dan kemampuan awal dari Glaser. Metode Pembelajaran dari Reigeluth sepadan dengan possibilities for action dari Simon, atau dengan komponen proses pembelajaran dari Glaser. Yang ketiga, Hasil pembelajaran dari Reigeluth sepadan dengan alternative goals or requirements dari Simon, atau dengan komponen hasil pembelajaran dari Glaser.
Ilmu pembelajaran memusatkan bidang kajiannya pada upaya memperbaiki kualitas pembelajaran. Titik awal upaya ini diletakkan pada perbaikan proses pembelajaran, atau pada variabel metode pembelajaran. Manipulasi variabel ini dalam interaksinya dengan variabel kondisi pembelajaran akan menentukan kualitas pembelajaran, atau lebih khusus kualitas hasil pembelajaran. Atas dasar ini, maka uraian-uraian yang tertuang dalam tulisan ini akan menempatkan variabel metode sebagai pusat kajian.
Metode Pembelajaran
Variabel metode pembelajaran diklasifikasi lebih lanjut menjadi 3 jenis, yaitu:
  1. Strategi pengorganisasian (Organizational strategy),
  2. Strategi penyampaian (Delivery strategy),
  3. Strategi pengelolaan (Management strategy).
Organizational strategy adalah metode untuk mengorganisasi isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran. "Mengorganisasi" mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan isi, penataan isi, pembuatan diagram, format, dan lainnya yang setingkat dengan itu.
Delivery strategy adalah metode untuk menyampaikan pembelajaran kepada mahasiswa dan/atau untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari mahasiswa. Media pembelajaran merupakan bidang kajian utama dari strategi ini.
Management strategy adalah metode untuk menata interaksi antara mahasiswa dan variabel metode pembelajaran lainnya --variabel strategi pengorganisa-sian dan penyampaian isi pembelajaran.
Strategi Pengorganisasian Pembelajaran Strategi pengorganisasian pembelajaran, lebih lanjut, dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: strategi mikro dan strategi makro.
Strategi mikro mengacu kepada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang berkisar poada satu konsep, atau prosedur, atau prinsip.
Strategi makro mengacu kepada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep, atau prosedur, atau prinsip.
Strategi makro berurusan dengan bagaimana memilih, menata urutan, membuat sintesis, dan rangkuman isi pembelajaran (apakah itu konsep, prosedur, atau prinsip) yang saling berkaitan. Pemilihan isi, berdasarkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, mengacu kepada penetapan konsep-konsep, atau prosedur-prosedur, atau prinsip-prinsip apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Penataan urutan isi mengacu kepada keputusan untuk menata dengan urutan tertentu konsep-konsep, atau prosedur-prosedur, atau prinsip-prinsip yang akan diajarkan. Pembuatan sintesis mengacu kepada keputusan tentang bagaimana cara menunjukkan keterkaitan di antara konsep-konsep, prosedur-prosedur, atau prinsip-prinsip. Pembuatan rangkuman mengacu kepada keputusan tentang bagaimana cara melakukan tinjauan ulang konsep, prosedur, atau prinsip serta kaitan-kaitan yang sudah diajarkan.
( I Nyoman S Degeng, Guru Besar Teknologi Pembelajaran U.M )

0 komentar:

Poskan Komentar