Jumat, 16 September 2011

Belajar dari Bekicot


Di sela-sela ujian, Emzeth coba menyempatkan diri buat update tulisan lagi nih. Setelah sebelumnya saya membahas filosofi katak, sekarang saya akan sedikit belajar dari hewan unik yang satu ini. Mungkin, kalo saya ngoceh terus pelajarannya gak akan tersampaikan dengan sempurna, akan lebih bijak jika anda melihat gambar di bawah ini terlebih dahulu...


Dahsyat! Tanpa tangan dan kaki, hewan ini mampu melewati rintangan seperti ini. Yang terpenting bukan hasilnya, tapi caranya melewati masalah dengan keterbatasan yang ia miliki, terkadang kita justru takut menghadapi masalah tanpa pernah mencoba menyelesaikannya. Mungkin, kita akan mencetuskan alasan-alasan yang membela kita untuk tidak melakukan hal yang beresiko, tapi kita harus sadar bahwa kita punya sejuta alasan yang mengharuskan kita dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Seharusnya, jika bekicot saja mampu menyelesaikan masalah seperti ini, maka bagaimana mungkin manusia yang diberi akal dan potensi yang lebih dibandingkan makhluk lainnya tidak dapat survive dalam setiap masalah yang harus dihadapinya. Itulah contoh kecil dari bekicot yang patut kita jadikan pelajaran. Mungkin sekian dulu tulisan dari Emzeth, moga berguna bagi kita semua.


Sumber http://www.emzeth.com/2010/11/belajar-dari-bekicot.html#ixzz1YBT23SJA
by: Emzeth 

1 komentar:

Made Sudhana mengatakan...

filosofi yang sangat tepat

Posting Komentar