SMA Harapan Bangsa
Tahun Ajaran 2009/2010
I. Tujuan : Untuk menyelidiki serta mengamati protista yang ada di dalam rendaman jerami.
II. Alat dan Bahan :
Alat
Kaca benda
Kaca penutup
Mikroskop
pinset
Bahan
Air
jerami
III. Dasar Teori :
Protista merupakan sekelompok mahluk hidup heterogen, terdiri dari eukariota yang tidak termasuk hewan, tumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik.
Protozoa adalah protista yang mirip dengan hewan
Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:
• Flagellata yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: Euglena
• Amoeboida yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang berarti setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat bergerak dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba
• Cilliata yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: Paramaecium
• Sporozoa yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh: Toxoplasma
Algae adalah protista yang mirip dengan tumbuhan
Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.
• Alga hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta). Contoh: Ulva
• Alga merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
• Heterokontophyta, meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis.
Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.
Protista yang mirip dengan jamur
Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air, dan Labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).
Rabu, 24 Agustus 2011
JUDUL PRAKTIKUM : REAKSI REDOKS DAN ELEKTROLISIS
- TANGGAL PRAKTIKUM : 23 Desember 2006
- JUDUL PRAKTIKUM : REAKSI REDOKS DAN ELEKTROLISIS
- TUJUAN :
Untuk mengamati dan mempelajari reaksi redoks dan reduksi serta elektrolisis.
- DASAR TEORI :
Menurut Martoyo (1994: 192) “Reaksi dalam suasana asam (H+) berbeda dengan redoks dalam suasana basa (OH-). Persamaan reaksi redoks dap[at dilakukan dengan dua cara yaitu ½ (setengah) reaksi atau metode bilangan oksidasi. Dalam reaksi kimia yang terjadi pada sel elektrokimia berlangsung spontan dan menghasilkan arus listrik yang sangat berguna”
Purba mengatakan (1994: 203) “reaksi kimia yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi disebut reaksi redoks. Reduksi adalah penyerapan elektron atau penurunan bilangan oksidasi dan oksidasi adalah penangkapan elektron atau kenaikan bilangan oksidasi dan pelepasan elektron.”
Menurut Parning (2001: 105) “Sel eletrolisis ion positif (kation) dari larutan elektrolit akan tertarik ke katoda, selanjutnya mengalami reduksi menjadi atom netral. Ion negatif (anion) akan tertarik ke anoda selanjutnya teroksidasi sehingga menjadi atom netral. Pada elektrolisi, reaksi terjadi pada anoda dan reaksi reduksi terjadi pada katoda yang berarti sama seperti sevolta.”
Menurut Sutresna (1994: 122) “Reaksi redoks adalah reaksi penerima dan pelepasan elektron (adanya transfer elektron). Sedangkan reaksi oksidasi adalah pelepasan elektron (reaksi terjadinya kenaikan biloks).”
- ALAT DAN BAHAN :
- Alat
Alat-alat yang digunakan adalah tabung reaksi dan raknya, tabung U, gelas kimia 100 ml, gelas kimia 200ml, volt meter dan logam Zn.
- Bahan
Bahan-bahan yang digunakan adalah larutan KMnO4 (Kalium permangat), larutan HCl3 (kloroform), larutan HCl (asam klorida), larutan NaOH (natrium hidroksida), larutan Na2O2 (natrium peroksida), larutan KI (kalium ionida), larutan CuSO4 (tembaga sulfat), larutan K2Cr2O7 (kalium bikromat), larutan NaI (natrium ionida), larutan Na2S2O3 (natrium triosulfat).
- PROSEDUR KERJA/CARA KERJA
- Reaksi Redoks
- Ke dalam 2 buah tabung reaksi diisi dengan 2 ml larutan KMaO4 0,1 M, pada tabung 1 teteskan 5 tetes HCl 2M. pada tabung 2 dengan 5 tetes NaOH 2 M, diamati.
- Seperti pada prosedur a, gunakan H2O2, menggantikan larutan KMaO4, diamati.
- Ke dalam gelas kimia 100 ml dimasukkan 10 ml larutan CuSO4 1 M, kemudian celupkan lempeng Zn, setelah 5 menit angkat lempeng Zn dari larutan. Diamati perubahan yang terjadi.
- Ke dalam tabung reaksi diisi dengan 2 ml larutan K2Cr2O7 0,1 M. Kemudian ditambahkan 1 ml larutan HCl 2 M dan 1 ml larutan NaI 0,1 M. diamati.
- Ke dalam sebuah tabung reaksi diisi dengan 2 ml larutan Na2S2O3 0,1M, kemudian tambahkan 2 ml larutan HCl 0,1, diamati.
- Eletrolosis
- Ke dalam tabung U dimasukkan larutan KI 0,2 M sampai 2 cm dari mulut tabung.
- Dimasukkan elektroda pada mulut tabung dan hubungkan dengan sumber arus searah volt sekma, 5 menit kemudian putuskan kontak.
- Dicatat perubahan yang terjadi pada kedua mulut tabung tersebut.
- Diamati 2 ml larutan yang ada pada ruang katoda dengan pipet, pindahkan ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 tetes larutan fenolptelein (pp) diamati.
- Diambil 2 ml larutan dari ruang anoda dengan pipet kemudioan dipindahkan ke dalam tabung reaksi dan tambahkan 1 ml kloroform (HCl3) kocok dan amati.
JUDUL PRAKTIKUM : PEMURNIAN ZAT
- TANGGAL PRAKTIKUM :
- JUDUL PRAKTIKUM : PEMURNIAN ZAT
- TUJUAN :
Untuk memurnikan zat dari pencemarannya
- DASAR TEORI :
Menurut Sukardjo (2002: 112) “Bila zat cair didinginkan, gerakan teranalisasi molekul-molekul menjadi lebih kecil dan gaya tarik molekul semakin besar hingga setelah mengkristal molekul mempunyai kedudukan tertentu di dalam kristal. Panas yang terbentuk pada kristalisasi disebut panas pengkristalan.”
Menurut Oxtoby (2003: 216) “Dalam pemurnian tembaga secara elektrolitis banyak lempeng-lempeng tembaga tak murni, yang berfungsi sebagai anode, diselingi dengan lembaran tipis tembaga murni (katode). Keduanya dicelupkan ke dalam larutan encer tembaga yang bersifat asam sewaktu tembaga dioksidasi dari anode tak, tembaga ini memasuki larutan dan bergerak ke katode, dan di sini membentuk lapisan dalam yang lebih murni.”
Menurut Mendham (2004: 472) “Faktor-faktor yang menentukan dalam analisis pengendapan adalah endapan dapat diubah menjadi zat murni dengan komposisi tertentu. Pengendapan dilakukan dalam larutan panas. Pada temperatur yang tinggi kecepatan kristalisasi bertambah, jadi menimbulkan kristal yang terbentuk lebih baik.
Menurut Dorensbqura (1987: 648) “Pada tekanan udara yang rendah zat padat guna bisa berlangsung menjadi bentuk gas, proses ini dinamakan sublimasi”.
- ALAT DAN BAHAN :
- Alat
Alat-alat yang digunakan adalah gelas kimia 100 ml 2 buag, gelas kimia 400 ml 1buah, batang pengaduk 1 buah, corong kaca/corong Buchner 1 buah, kertas saring 3 buah, kaki tiga+kasa 1 buah, segi tiga 1 buah, cawan penguap 1 buah, kaca arloji1 buah, pembakar spritus 1 buah, alat destilasi 1 set, labu elemeyer 100 ml 1 buah, thermometer 1000C 1 buah.
- Bahan
Bahan-bahan yang digunakan adalah: Asam benzoat yang tercemar (C6H5COOH) 0,5 gram, kamfer yang tercemar (C10H8O) 0,5 gram, garam dapur produk lokal (NaCl) 5 gram, gula pasir warna kecoklatan (C12H22U11) 5 gram, air suling (H2O) dan kapas.
Selasa, 23 Agustus 2011
(Menguji Kandungan Gizi Pada Makanan)
Judul Eksperimen : Menguji Kandungan Gizi Pada Makanan.
Tujuan : Untuk mengetahui kandungan zat gizi(karbohidrat, protein, lemak dan glukosa)pada berbagai bahan makanan.
Alat dan Bahan :
Tabung reaksi dan raknya.
Pipet tetes
Lumpang dan Mortar
Air
Aquades
Larutan
Lugol
Larutan Benedict
Larutan Fehling A
fehling B
Piring objek
Lampu Spiritus
Bahan makanan : -nasi -terigu
-roti
-susu-
kertas HVS
-telur(kuning)
-gula
-telur(putih)
-mentega
-ikan
-minyak
-mie instan
-susu-
kertas HVS
-telur(kuning)
-gula
-telur(putih)
-mentega
-ikan
-minyak
-mie instan
Cara kerja :
A UJI KARBOHIDRAT
1.Langkah pertama semua bahan makanan di lumatkan padapiring objek2.
Bahan makanan tersebut di tetesi larutan lugol 1-2 tetes.3.
Kemudian diamati perubahan warnanya.4.
Apabila warna berubah menjadi biru tua (Hitam) berartimakanan tersebut mengandung karbohidrat.B.
UJI PROTEIN
1. Langkah pertama bahan makanan di haluskan denganmenggunakan mortal dan lumpang serta ditambahkan sedikita
quades pada bahan makanan tersebut hingga encer.
2.Bahan makanan yang telah encer tersebut, di masukkan lelempeng cawan.
3.Kemudian di tetesi larutan biuret, sekitar 4-5 tetes.
4. Setelah di tetesi larutan biuret lempengan cawan tersebut diaduk.5.
Kemudian diamati perubahannya akam menggumpal atau tidakmenggumpal.
Andeca andeci la bora bora bori 2X
Kucinglah kurus ya nona mandi dipapan
Mandi dipapan hai nona diblakang rumah
Badanku kurus ya nona bukan nggak makan
Siang dan malam terbayang wajah Halimah
Andeca andeci la bora bora bori 2X
Kapal berlayar ya abang ke tanjung karang
Mampir di Lampung tak lupa beli kuwaci
Sayalah heran pemuda jaman sekarang
Banyak perawan e dia nyariin banci
Andeca andeci la bora bora bori 2X
...
Andeca andeci la bora bora bori 2X
Paling enak ya nona si buah kurma
Buah yang masak hai nona tulung petikin
Kalo cinte abang pasti diterima
Halimeh menta apollo abang beliin
Andeca andeci la bora bora bori 2X
Kalolah ada ya abang sumur diladang
Bolehlah kita ya abang menumpang mandi
Kalolah ada ya abang umur yang panjang
Bolehlah kita ya abang mandi bersame
Andeca andeci la bora bora bori 2X
PENGERTIAN DARI FOTOTROPISME DAN
1) Fototropisme
Percobaan N Cholodny dan Frits went menerangkan
bahwa pada ujung koleoptil tanaman, pemanjangan sel yang
lebih cepat terjadi di sisi yang teduh daripada sisi yang terkena
cahaya. Sehingga, koleoptil membelok ke arah datangnya
cahaya. Hal ini terjadi, karena hormon auksin yang berguna
untuk pemanjangan sel berpindah dari sisi tersinari ke sisi
terlindung.
Banyak jenis tumbuhan mampu melacak matahari, dalam
hal ini lembar datar daun selalu hampir tegak lurus terhadap
matahari sepanjang hari. Kejadian tersebut dinamakan
diafototropisme. Fototropisme ini terjadi pada famili Malvaceae.
Untuk lebih memahami pengaruh cahaya terhadap
tanaman atau perkecambahan, coba kamu rencanakan dan
laksanakan kegiatan berikut ini dengan teman sekelompokmu.
Percobaan N Cholodny dan Frits went menerangkan
bahwa pada ujung koleoptil tanaman, pemanjangan sel yang
lebih cepat terjadi di sisi yang teduh daripada sisi yang terkena
cahaya. Sehingga, koleoptil membelok ke arah datangnya
cahaya. Hal ini terjadi, karena hormon auksin yang berguna
untuk pemanjangan sel berpindah dari sisi tersinari ke sisi
terlindung.
Banyak jenis tumbuhan mampu melacak matahari, dalam
hal ini lembar datar daun selalu hampir tegak lurus terhadap
matahari sepanjang hari. Kejadian tersebut dinamakan
diafototropisme. Fototropisme ini terjadi pada famili Malvaceae.
Untuk lebih memahami pengaruh cahaya terhadap
tanaman atau perkecambahan, coba kamu rencanakan dan
laksanakan kegiatan berikut ini dengan teman sekelompokmu.
Praktikum: Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Panduan Praktikum: Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Halo.......Sudah praktikum Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan?
Dengan preparat buatan sendiri??
Berikut ini akan saya berikan panduan gambar-gambar yang seharusnya anda peroleh dalam pengamatan yang telah kita tentukan dalam prosedur praktikum.
1. Leaf ls : stomata
![]() |
| Stomata pada epidermis bawah Rhoeo discolor |
![]() |
| Stomata pada epidermis bawah daun Zea mays ( SEM ) |
2. Monocot stem cs
3. Dicot stem cs
4. Stem ls
5. Dicotyl Root cs
6. Leaf cs
![]() |
| Zea mays leaf. ts |







