Tampilkan postingan dengan label praktikum kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label praktikum kimia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Agustus 2011

JUDUL PRAKTIKUM : REAKSI REDOKS DAN ELEKTROLISIS


  1. TANGGAL PRAKTIKUM : 23 Desember 2006
  2. JUDUL PRAKTIKUM : REAKSI REDOKS DAN ELEKTROLISIS
  3. TUJUAN :
Untuk mengamati dan mempelajari reaksi redoks dan reduksi serta elektrolisis.

  1. DASAR TEORI :
Menurut Martoyo (1994: 192) “Reaksi dalam suasana asam (H+) berbeda dengan redoks dalam suasana basa (OH-). Persamaan reaksi redoks dap[at dilakukan dengan dua cara yaitu ½ (setengah) reaksi atau metode bilangan oksidasi. Dalam reaksi kimia yang terjadi pada sel elektrokimia berlangsung spontan dan menghasilkan arus listrik yang sangat berguna”
Purba mengatakan (1994: 203) “reaksi kimia yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi disebut reaksi redoks. Reduksi adalah penyerapan elektron atau penurunan bilangan oksidasi dan oksidasi adalah penangkapan elektron atau kenaikan bilangan oksidasi dan pelepasan elektron.”
Menurut Parning (2001: 105) “Sel eletrolisis ion positif (kation) dari larutan elektrolit akan tertarik ke katoda, selanjutnya mengalami reduksi menjadi atom netral. Ion negatif (anion) akan tertarik ke anoda selanjutnya teroksidasi sehingga menjadi atom netral. Pada elektrolisi, reaksi terjadi pada anoda dan reaksi reduksi terjadi pada katoda yang berarti sama seperti sevolta.”
Menurut Sutresna (1994: 122) “Reaksi redoks adalah reaksi penerima dan pelepasan elektron (adanya transfer elektron). Sedangkan reaksi oksidasi adalah pelepasan elektron (reaksi terjadinya kenaikan biloks).”
  1. ALAT DAN BAHAN :
    1. Alat
Alat-alat yang digunakan adalah tabung reaksi dan raknya, tabung U, gelas kimia 100 ml, gelas kimia 200ml, volt meter dan logam Zn.
    1. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan adalah larutan KMnO4 (Kalium permangat), larutan HCl3 (kloroform), larutan HCl (asam klorida), larutan NaOH (natrium hidroksida), larutan Na2O2 (natrium peroksida), larutan KI (kalium ionida), larutan CuSO4 (tembaga sulfat), larutan K2Cr2O7 (kalium bikromat), larutan NaI (natrium ionida), larutan Na2S2O3 (natrium triosulfat).

  1. PROSEDUR KERJA/CARA KERJA
  1. Reaksi Redoks
    1. Ke dalam 2 buah tabung reaksi diisi dengan 2 ml larutan KMaO4 0,1 M, pada tabung 1 teteskan 5 tetes HCl 2M. pada tabung 2 dengan 5 tetes NaOH 2 M, diamati.
    2. Seperti pada prosedur a, gunakan H2O2, menggantikan larutan KMaO4, diamati.
    3. Ke dalam gelas kimia 100 ml dimasukkan 10 ml larutan CuSO4 1 M, kemudian celupkan lempeng Zn, setelah 5 menit angkat lempeng Zn dari larutan. Diamati perubahan yang terjadi.
    4. Ke dalam tabung reaksi diisi dengan 2 ml larutan K2Cr2O7 0,1 M. Kemudian ditambahkan 1 ml larutan HCl 2 M dan 1 ml larutan NaI 0,1 M. diamati.
    5. Ke dalam sebuah tabung reaksi diisi dengan 2 ml larutan Na2S2O3 0,1M, kemudian tambahkan 2 ml larutan HCl 0,1, diamati.
  2. Eletrolosis
    1. Ke dalam tabung U dimasukkan larutan KI 0,2 M sampai 2 cm dari mulut tabung.
    2. Dimasukkan elektroda pada mulut tabung dan hubungkan dengan sumber arus searah volt sekma, 5 menit kemudian putuskan kontak.
    3. Dicatat perubahan yang terjadi pada kedua mulut tabung tersebut.
    4. Diamati 2 ml larutan yang ada pada ruang katoda dengan pipet, pindahkan ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 tetes larutan fenolptelein (pp) diamati.
    5. Diambil 2 ml larutan dari ruang anoda dengan pipet kemudioan dipindahkan ke dalam tabung reaksi dan tambahkan 1 ml kloroform (HCl3) kocok dan amati.

JUDUL PRAKTIKUM : PEMURNIAN ZAT


  1. TANGGAL PRAKTIKUM :
  2. JUDUL PRAKTIKUM : PEMURNIAN ZAT
  3. TUJUAN :
Untuk memurnikan zat dari pencemarannya
  1. DASAR TEORI :
Menurut Sukardjo (2002: 112) “Bila zat cair didinginkan, gerakan teranalisasi molekul-molekul menjadi lebih kecil dan gaya tarik molekul semakin besar hingga setelah mengkristal molekul mempunyai kedudukan tertentu di dalam kristal. Panas yang terbentuk pada kristalisasi disebut panas pengkristalan.”
Menurut Oxtoby (2003: 216) “Dalam pemurnian tembaga secara elektrolitis banyak lempeng-lempeng tembaga tak murni, yang berfungsi sebagai anode, diselingi dengan lembaran tipis tembaga murni (katode). Keduanya dicelupkan ke dalam larutan encer tembaga yang bersifat asam sewaktu tembaga dioksidasi dari anode tak, tembaga ini memasuki larutan dan bergerak ke katode, dan di sini membentuk lapisan dalam yang lebih murni.”
Menurut Mendham (2004: 472) “Faktor-faktor yang menentukan dalam analisis pengendapan adalah endapan dapat diubah menjadi zat murni dengan komposisi tertentu. Pengendapan dilakukan dalam larutan panas. Pada temperatur yang tinggi kecepatan kristalisasi bertambah, jadi menimbulkan kristal yang terbentuk lebih baik.
Menurut Dorensbqura (1987: 648) “Pada tekanan udara yang rendah zat padat guna bisa berlangsung menjadi bentuk gas, proses ini dinamakan sublimasi”.

  1. ALAT DAN BAHAN :
    1. Alat
Alat-alat yang digunakan adalah gelas kimia 100 ml 2 buag, gelas kimia 400 ml 1buah, batang pengaduk 1 buah, corong kaca/corong Buchner 1 buah, kertas saring 3 buah, kaki tiga+kasa 1 buah, segi tiga 1 buah, cawan penguap 1 buah, kaca arloji1 buah, pembakar spritus 1 buah, alat destilasi 1 set, labu elemeyer 100 ml 1 buah, thermometer 1000C 1 buah.
    1. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan adalah: Asam benzoat yang tercemar (C6H5COOH) 0,5 gram, kamfer yang tercemar (C10H8O) 0,5 gram, garam dapur produk lokal (NaCl) 5 gram, gula pasir warna kecoklatan (C12H22U11) 5 gram, air suling (H2O) dan kapas.